Archive for category Puisi

EMOTION*

When my heart felt so empty..
When my world goin’ crazy…
And my friends can’t chilled out me..

I just walked over the street on the autumn leafs.. Try to felt the warm breeze..
And looked around.. Wathced!! How was beautiful this day to me…

Then..
The night have came and Mr. Moon was hidden behind the clouds
The stars twinkled at me like want to say Good Night!!

Then,
Before i closed my eyes..
I’ve realized.. How long i spent my time to remember You..
I wasted a half of my time to forget You..
I still excited with my secularity life..

I’m scared… I’m blinded.. I’m weak!!!!!

YA RABB..
I try to confess that I’m not ought to get Your Jannah..
But,also
I’m not strong if You give Your Naar!!

By The Name of ALLAH
I just can say “LAA ILLAHA ILLALLAH!!”

*diambil dari tragedi1924

Wanita dalam Cawan Nalar

Wanita….

Ia menjadi penjaga gerbang kulminasi

sasaran yg tepat utk ditendang ritme kemajuan, jauh ke negeri antah berantah

sasaran yg tepat utk ditebas oleh samurai keterbelakangan

Karena wanita lemah,

ia harus mendekam dalam penjara tradisi lapuk dengan berbagai ketabuannya,

disetubuhi oleh gladiator adat, kemudian dengan terpaksa ia harus melahirkan ketakutan,

keluguan, kebodohan, kekolotan…..

Lalu….

Wanita mulai mengendap dalam cawan nalar

berputar-putar dalam lingkaran dialektika yg melenakan

Ia rela lepas landas dari ke-tidak berdaya-annya di hadapan mata2 dunia

Ia bergulat dengan bingar kehidupan yg menjanjikan kesenangan melalui rentetan dalil2 kebebasan,

menyembulkan asap kesetaraan antara ia dengan rival hidupnya

meniti satu per satu anak tangga yg menyihirnya

menjadi Xena yg perkasa

Cleopatra yg menaklukan Caesar sebagai budak hawa nafsunya

Madame Curie yg menyaingi Einstein dalam kepandaiannya,

atau bahkan menjadikannya Mariati, sang kanibal yg membantai habis keluarganya

Mereka harus membiarkan otaknya berkelit

Benarkah hanya wanita

yg selalu jadi tumbal sesaji yg harus dikebiri oleh hantu penderitaan?

Benarkah memang wanita

Yang hanya menjadi objek sebuah keterpurukan yang menganga?

Bagaimana dengan kaum adam

Yang selalu disiksa oleh bos2 mereka

Yang terpaksa menjadi gembel2 pengemis demi urat nadi yang hampir terputus

Wanita dan pria sama…

Terjerembab pada kenistaan, dalam lembah kehinaan

Kesetaraan hanya kisah klasik saat wanita mendayung di perahu kebebasan

Terpuruk….hanya aksesoris saat wanita bercermin pada kaca ketidakadilan yg menyeruak dari frasa2 usang mulut manusia yg hengkang dari aturan Tuhan

Siapa yang salah?

Wanita?…pria?…ataukah takdir?…

Atau mungkin Tuhan yang salah mengapa menciptakan hawa dan adam

Yang menciptakan kemiskinan

Yang menciptakan kemaksiatan

Yang menciptakan ketidakadilan

Yang menciptakan naluri keangkuhan

Bukan…

bahwa semesta memang memberi perbedaan antara wanita dan pria

tapi Sang Sutradara telah bijak membuat scenario-Nya utk manusia berperan di teater jagad raya

Tapi sistem lah yang mencekik kita agar tidak bisa berfikir bahwa dia adalah dalang semua

Ya…

Sistem yang tidak dan tak akan pernah sempurna

Sistem yang bobrok akibat tangan-tangan manusia yang sok pintar

Sistem yang tidak ber-indukan prosedur Sang Penguasa turbin semesta