Nafas yang tak terhitung kuhirup
Makanan yang mengisi ke dalam perutku
Air yang menyejukkan tenggorokanku dan menghilangkan dahagaku
Keislaman yg telah kurengkuh dan diajari oleh bundaku menghadapMu, Rabbku
Dan ni’mat Tuhanmu mana lagi yang hendak kamu dustakan
Jutaan Lembar kertas tidak akan cukup menampungnya
Tinta seluas lautan pun tak akan mungkin bisa cukup menuliskannya
Sungguh aku tak ingin mengkhianati CintaMu pada ku Ya Rahman
Ironi menyayat hati saat Engkau meberi kami petunjuk berupa Alquran, surat yg penuh dengan cintaMu pada kami
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu….(TQS.Ali Imron 48)
Malah banyak dari kami mencampakkannya dan merasa lebih benar dengan UU pasal sekian, GBHN no sekian
….Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu(TQS Ali Imron 48)
Banyak dengan alasan keberagaman, kita berbeda suku, agama dan lainnya tak bisa disatukan dengan Alqur’an dan Assunnah..
Seolah lupa dari manakah kami berasal
Pun saat Engkau memerintahkan kami dengan ayat yang terang
dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.(TQS Ali Imron 49)
Kami pun kadang terlena dan mencocok-cocokkan sistem buatan manusia yang bernama demokrasi dengan sistem khilafah yang dicontohkan Rasul dan Shahabatnya yang suci
padahal terang bedanya
Terang antara hitam dan putih
Betapa ‘liciknya’ musuh-musuh Islam itu memecah kami
Dan terus mencekoki kami dengan demokrasi
padahal Demokrasi telah mencampakkan hukum BuatanMu ya Robb
Saat seharusnya kita berteriak ” Zina haram, pelakunya pun harus dirajam “
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.(TQS.An-Nur :2)
Banyak dari kami masih menanyakan layakkah rajam
Pelaku zina kita kumpulkan atau biaran
kenapa tidak ada pilihan cambuk atau rajam
Sungguh tersakiti hati hamba terhadap pengkhianatan terhadap hukum yang telah engkau turunkan
Sungguh tidak tahu nanti akan berkata apa saat di tanya “kenapa di pundakmu telah lama tidak ada baiat terhadap khalifah “
Padahal para sahabat Rasul dulu tak pernah rela khalifah kosong bahkan segera mengangkatnya tak lebih dari 3 hari
Atau kurang jelas dan masih terlihat petang perkataan Rasul tersayang
Siapa saja yang melepaskan tangan dari ketaatan, ia akan menjumpai Allah pada hari kiamat kelak tanpa memiliki hujah, dan siapa saja yang mati sedang di pundaknya tidak terdapat baiat, maka ia mati seperti kematian jahiliyah (HR. Muslim)
Yang lebih memalukan kadang kami yang tahu tak berani berkata lantang
kadang kami lebih sibuk dengan urusan dunia yang tak pernah kenyang
Pun kami yang tak tahu
merasa itu urusan yang gampang
lebih asyik mengisi perut hingga kenyang
Rasa berjuang terus berkurang
demi nama dan kepopuleran
Hingga Tak ada lagi jiwa berjuang
Ya Allah
Kapankah khilafah kan datang
Rindu sudah membuncah
melihat masyarakat diselimuti keimanan
Astaghfirullah a’adzim
16 Maret 2009,Rindu khilafah
-Nur Maulidiyah-